Sabtu, 24 Mei 2008

C.S LEWIS


Mungkin kalau membaca nama ini, anda pasti teringat pada Narnia. Yah, benar!! Dialah penulisnya.Tokoh ini merupakan salah satu penulis yang saya suka.Dalam bercerita dan menulis, lewis selalu memakai cara yang mudah dalam menjelaskan. Kata-katanya begitu sederhana dan sangat berisi dalam setiap penulisannya Dia adalah seorang kristen yang taat, tapi apakah anda tahu masa lalunya?

Beliau lahir pada tanggal 29 november 1898 di belfast, ireland. Lahir di tengah kristen yang taat. Dari kecil, Clive Staples lewis sudah sangat pintar dan tanggap dengan keadaan sekitar. Pada usia 9 tahun, ibunya meninggal dunia. Sejak saat itu, dia menjadi benci kepada Tuhan karena sepertinya Tuhan tidak menjawab doanya untuk kesembuhan mamanya. Dia menjadi antipati pada kekristenan. Dia menganggap Tuhan adalah kejam dan pencipta yang selesai mencipta lalu pergi meninggalkan ciptaannya. Sejak saat itu, dia menjadi seorang ateis.

Tapi Tuhan mengasihani lewis. Dia bisa menjadi sarjana karena beasiswa dan dia pun bertemu orang-orang kristen, termasuk didalamnya J.R.R tolkien, sang pengarang The Lord Of the Ring( tentunya mengandung filsafat teologi juga, lain kali baru dibahas yah.. ^^V). Lewis pun mulai membaca karya-karya pengarang Kristen. Ia teristimewa mengagumi George MacDonald, penulis Skotlandia. Di dalam tulisan-tulisannya, Lewis menemukan suatu kekudusan yang belum pernah dijumpainya sebelumnya. Karya-karya John Milton, khususnya Paradise Lost, semakin menggugah rasa ingin tahunya. Akhirnya, lewis mempercayai Tuhan di dalam suatu malam ketika dia berjumpa dengan Yesus sehingga membuat dia berlutut dan saat itu dia berdoa
kepada Tuhan.

Sejak saat itu, dia pun mendalami tentang kekristenan dan dia pun menemukan sukacita abadi itu. Pengalaman dia dengan kematian mamanya dituangkan dalam buku yang dirilis pertama dalam apologetik kekristenan, The problem of pain. Buku ini belum diterjemahkan kedalam bahasa indonesia dan buku ini sangat bagus karena berisi hal-hal penting yang terus menjadi pertanyaan bagi orang kristen hingga saat ini. Buku ini bercerita tentang apakah penderitaan itu berasal dari Tuhan, apakah Tuhan membiarkan orang yang beribadah mengalami penderitaan. pertanyaan besar yang diajukan buku ini adalah
'If God were good, he would wish to make his creatures perfectly happy, and if God were almighty he would be able to do as he wished. But the creatures are not happy. Therefore God lacks either goodness, or power, or both.' Lewis sangat bagus menjawab soal-soal ini. Dia mempertanyakan apakah penderitaan itu, apa arti kebaikan sesungguhnya? Apakah kebaikan diidentikkan selalu senang, tidak pernah susah? Salah satu quote yang saya sukai dari buku ini adalah, " Mengapa orang yang bersembahyang bisa mengalami penderitaan? Karena hanya orang seperti itu yang bisa menang atas penderitaan!!". Begitulah c.s lewis menulis, singkat dan tegas. Sampai sekarang tulisannya masih ering dikutip oleh penulis-penulis buku.

Selain buku tersebut, dia juga banyak menulis buku-buku yang Anda layak baca seperti, :

1. A Grief observed
Buku ini bercerita tentang arti penderitaan sama seperti buku dahulu tapi, disini lewis bercerita lebih emosional karenaditulis stelah kematian istrinya, Joy Grisham.

2. Suprised by joy
Buku ini bukan bercerita trentang Joy, sang istri, tapi bercerita tentang suatu sukacita yang kekal yang mengejutkan, yang tidak dari kita sadari.

3. Four loves
Buku ini bercerita tentang empat kasih terutama kasih Allah yang begitu luar biasa. Pembahasan ini masih digunakan hingga sekarang

4. Mere cristianity
Buku ini menceritakan hanya kekristenan yang menjadi jawaban dari semua dunia ini diciptakan. Buku ini juga dengan gamblang mengapa kita harus mempercayai bahwa Kristus sungguh pernah ada di dalam dunia dan mengapa kita harus mengikuti Dia.

5. Screwtape letters
Buku ini bercerita secara fiksi, yaitu surat-surat yang diberikan oleh pimpinan iblis kepada keponakannya untuk menggoda seorang laki-laki. Sangat bagus untuk dibaca, memakai kata yg sederhana seperti Bapa kita yang di atas diganti dengan Bapa kita yang dibawah.

6. The chronicles of Narnia
Pasti anda sudah tidak asing dengan ini karena sudah pernah difilmkan. Bercerita secara fiksi dimana tentang suatu dunia baru, narnia dimana binatang dapat berbicara. Buku ini bercerita secara alegori untuk menceritakan sesuatu hal. Sangat bagus dan anda bisa melihat bagaimana pikiran C.s lewis dalam kekristenan. Terdapat 7 buku yang bisa dibca secara kesatuan. Terdapat banyak pendapat bagaimana penjelasan, dan cara membaca secara urutan.

Samapai sekarang C.S lewis masih hidup di sanubari kekristenan, karena dengan gigih mebela kekristenan. Tuhan bisa memakai seorang yang dulu keras hatinya, tapi bisa diputar untuk kemuliaan Tuhan. Seperti ditulis di Alkitab, banyak orang dulu tidak percaya pada kristus pada akhirnya berbalik dan menjadi pembela Tuhan yang sungguh seperti, Abraham lLncoln, John Sung, Paulus, Zakheus, Matius, dan juga Stepehen Tong. Mereka semua sama pada awalnya begitu tidak percaya pada Tuhan, tapi Tuhan menagkap hati mereka sehingga dipakai dengan luar biasa untuk kemulianNya.

Ehm....., sekarang bagaimana dengan kita? Kita sudah percaya Tuhan bagaimana caranya awal2? Apakah kita dari keluarga kristen sehingga kita percaya Tuhan karena tradisi, atau kita belajar di sekolah kristen jadi kita percaya Tuhan karena ada pelajaran kristen? Atau kita dari kecil sudah ikut gereja karena kebiasaan? Bagaimanapun caranya, yang jelas Tuhan sudah memanggil kita, tapi apakah kita sudah melakukan perjuangan Iman dengan apapun yang kita bisa? Menulis, PI, Berapologetik? Apa saja jika itu berkenan kepada Allah! Jika kita mau melakukan yang terbaik, Saya jamin Tuhan selalu ingat pada Anda, memberkati seperti C.S lewis yang namanya tetap dikenal hingga sekarang karena adanya karya yang nyata bagi Tuhan.
Deo Volente!!!







8 komentar:

Anonim mengatakan...

Hong........ .....I really like your words in here ^_^
thanks for your inspirational words hahaha
keep it going...Gbu

Anonim mengatakan...

sapa dulu donk ahong, ketua bp pemuda neh...hahaha: D
tapi bener hong, u've got a gift here...keep it up!

Anonim mengatakan...

Wah, ternyata lu Hong mulai menunjukan bakat elu. Coba siapin tulisan lagi renungan buat warta jemaat, biar jemaat dapat berkat Tuhan lewat tulisan elu. OK?

Anonim mengatakan...

luar biasa Ahong teman kita ini. sudah berpotensi, dan rendah hati lagi...ckckck. ..

Anonim mengatakan...

Anda menulis:

... Jika kita mau melakukan yang terbaik, Saya jamin Tuhan selalu ingat pada Anda, memberkati seperti C.S lewis yang namanya tetap dikenal hingga sekarang karena adanya karya yang nyata bagi Tuhan.

Terima kasih karena Anda begitu berani menjaminnya, Anda telah membuat Allah kita itu Allah yang harus dirayu dengan perbuatan baik. Kita harus melakukan yang terbaik untuk-Nya supaya diberkati.

Anonim mengatakan...

saya percaya Tuhan selalu memberkati kita. Tapi tidak selalu berkat seperti Lewis.Saya pikir bukan merayu Allah. Memang berkat adalah hak Allah, tapi saya dia memberkati dengan segala cara bahkan melalui penderitaan seperti yang dialami Paulus.

Melalui tulisan ini, saya ingin menyemangati teman2 untuk melakukan yang terbaik dan percaya Tuhan akan meberkati kita. Bahkan hidup itu adalah berkat bukan?

Anonim mengatakan...

setuju! saya sangat setuju dengan blog ini mengenai hidup cs lewis yang berbalik kepada Tuhan dan memuliakan nama-Nya. Memang benar sekali, dia adalah orang yang memberkati banyak orang dan melalui karyanya kita dapat belajar firman Tuhan yang terkandung di dalam karakter, dan alur ceritanya atau plot.
Dari kecil saya paling suka menonton karya Narnia yang The Lion, the Witch and the Wardrobe. Itu sangat mengesankan, bisa melihat dunia lain di balik baju di belakang sebuah lemari. Sepertinya dunia itu begitu nyata dan tampak begitu indah di mata semua orang yang melihatnya. Ketika dikaitkan dengan dunia ini, saya melihatnya dari perspektif lain. Saya mendapati dunia di luar lemari sebagai dunia kita sekarang, dan dunia di dalam lemari sebagai dunia rohani dimana kita banyak menghadapi jerat iblis yang memadamkan api roh kita. Tetapi dapat dikalahkan dengan Roh Kudus hidup dalam kita. Tuhan memberkatH

Anonim mengatakan...

Halo chan ....
Pas sekali, baru-baru ini saya membaca sekilas buku yang membahas masalah peperangan ini, biasanya kita sebut dengan nama spiritual warfare.

Dan benar, peperangan ini memang sudah dimulai sejak dulu, dan apa yang seharusnya kita lakukan sebagai orang Kristen adalah memeranginya, bahkan firman Tuhan dalam Efesus 6:12 jelas mengatakan: "karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara."

Kalau Anda pernah nonton film Constantine, Anda pasti tahu senjata-senjata yang dipakai pembasmi iblisnya, salah satu favoritku adalah "peluru salib", haha ... tapi itu fiksi ...

Yang nyata adalah sebenarnya kita pun punya senjata itu, senjata yang diberikan Allah kepada kita untuk dapat kita gunakan dalam peperangan melawan Iblis, di antaranya adalah firman Tuhan. Jadi berpeganglah pada firman Tuhan dalam berperang melawan Iblis dan pasukan-pasukannya.

Have a good fight of faith!